Menziarahi Hari Raya

oleh: Dzikri Rahmanda (Mahasiswa Hubungan Internasioanal FISIPOL UGM 2016)

Puing-puing itu pada masa lalunya pernah membuat kita yakin, bahwa hari raya selamanya tentang pulang, salam, dan pelukan.

Batang-batang dengan akar yang membuncah ke permukaan, pada masa lalunya adalah pohon-pohon kelapa yang kita petik buahnya untuk dinikmati setelah memanen padi.

Makam-makam yang tanpa nisan itu, stupa yang terbelah dua itu pernah jadi suatu tempat sunyi. Pada saat siang, kota-kota telah menjadi gelap, dan kita memilih malam sebagai titik waktu dimana mimpi selalu penuh masa lalu dan orang tua dan raja-raja.
Kita tak lagi berziarah, ketika orang-orang di kota merayakan hari besarnya. Pulang, salam, dan pelukan mereka dibangun.

Di atas makam. Di atas hal-hal yang sudah tak lagi kami ziarahkan.

Temon, Kulonprogo, 2017

Artwork : emerging artist, Titis Widyastuti