Ilustrasi : Galih Kartika

Oleh : Dikki Apriyanto

Bertarunglah Sahabat

Aku bertanya pada diriku sendiri
Berkenaan dengan sebuah kata termashyur
Untuk mengucapi seorang sahabat
Yang berkeluh kesah pada suatu senja

Katanya padaku,
Adakah sebuah kesempatan untukku
Orang yang terasingkan dari banyak telinga ini
Orang yang tak pernah dilihat dalam berbagai kehendak ini
Dan,
Orang yang selalu tersingkir dari pikiran banyak insan ini

Sejenak aku termenung kaku
Dalam hati kubersuara pedih
Apa salah seorang anak manusia
Ingin mencuat ke permukaan peradaban
Yang selama ini mengacuhkan dan mendiamkannya

Dengan pelan dan penuh kepastian
Aku bersuara di telinganya
Taklukan apa yang ingin kau taklukan
Jangan meradang karena mereka tak mengenalmu
Biarkan tanganmu menggenggam berjuta impian
Dengan kaki tegap dan penuh kegigihan
Aku berdiri di belakangmu
Akan kutepis semua penolakan

Pundong, 4 Maret 2017

 

Pesan Putri Panembahan Senopati

Dari seorang Putri Panembahan Senopati
Aku memahami banyak tragedi
Kekejaman, ketamakan, dan kemunafikan
Yang diperankan oleh Cucu Sang Fajar
Dengan sigapnya hinggap dalam kepercayaan
Menganiaya kepolosan tanpa adanya keraguan
Dengan cakarnya dicabik-cabik semua tak bersisa

Namun,
Bukan putri namanya
Jika hanya diam tanpa perlawanan
Digagasnya sebuah ketegasan pembaharuan
Berakar pada sucinya hati sanubari
Pun tak luput dari pandangannya
Kehadiran pasukan pengkudeta jiwa

Bersama sinar kebesarannya
Sang Putri menghadang dan meluluhlantahkan
Segala pola nafsu Sang Pengkudeta
Ia padamkan asap kecil hingga tak berasa
Karena dialah Putri pewaris mahkota

Pundong, 4 Maret 2017

 

 

31 views