Selasa (05/11/2018), Balairung Press merilis sebuah tulisan yang berjudul “Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan”. Tulisan itu melaporkan bahwa salah seorang mahasiswa Fisipol angkatan 2014 yang namanya disamarkan sebagai Agni menjadi korban kekerasan seksual pada saat melaksanakan Program KKN di Maluku pada bulan juni 2017 dan pelakunya ternyata teman satu timnya sendiri. Adapun kisah selengkapnya bisa dilihat dalam laman pers mahasiswa, http://www.balairungpress.com/2018/11/nalar-pincang-ugm-atas-kasus-perkosaan/

Terlepas dari latar belakang kasus ini, persoalan kekerasan seksual di ranah pendidikan haruslah mendapat perhatian khusus dari kampus sebagai lembaga akademik, mengingat bahwa ranah pendidikan menempati posisi kedua setelah rumah tangga terkait kasus kekerasan seksual. Apalagi mengingat bahwa UGM sebagai sebuah institusi pendidikan yang prestisius dan menyejarah telah berkali-kali gagal melindungi pelbagai korban pelecehan seksual, apalagi menindaklanjuti pelaku. Sebagai lembaga akademik, kampus haruslah mengutamakan keamanan bagi seluruh keluarga civitas akademika didalam kampus dengan cara mengusut tuntas setiap kasus kekerasan seksual dan memberikan sanksi yag tegas kepada para pelaku.

Maka berdasarkan pembacaan situasi tersebut, kami HMI KOMISARIAT FISIPOL UGM memiliki sikap:

1. Mengecam segala tindakan kekerasan seksual yang terjadi, baik diranah pendidikan ataupun di lingkungan masyarakat

2. Mendukung segala bentuk upaya pencegahan dan penyelesaian atas setiap kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi khususnya di lingkungan UGM

3. Meminta transparansi terhadap hasil-hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh tim investigasi Universitas Gadjah Mada

4. Menghimbau seluruh civitas akademika untuk tidak menyebarluaskan segala bentuk persekusi atas setiap kasus kekerasan seksual yang terjadi, mari bersifat kritis dalam menanggapi setiap kasus yang ada

5. Mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk membuka ruang diskusi dan ikut peduli terhadap kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi

6. Mendesak rektorat Universitas Gadjah Mada untuk memperjelas regulasi dan kebijakan tentang kekerasan seksual

7. Menuntut UGM menangani secara serius budaya impunitas dan seksisme yang mengakar di institusi-institusi UGM

8. Terakhir ucapan berduka dan semangat untuk setiap korban kekerasan seksual yang terjadi khususnya dilingkungan pendidikan.

Jangan lupa untuk sejenak mengisi petisi ini https://www.change.org/p/usut-tuntas-kasus-pemerkosaan-kkn-ugm?recruiter=749500468&utm_source=share_petition&utm_medium=sms&utm_campaign=share_petition sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kasus kekerasan seksual. Semoga kita terus berada dalam lindungan Allah SWT.

 

Sleman, 7 November 2018 Pengurus Harian HMI Komisariat FISIPOL UGM Cabang Bulaksumur Sleman

23 views